Oposisi Rusia berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran pada 29 Februari. REPUBLIKA.CO.ID, MOSCOW -- Pihak oposisi pemerintah Rusia pada Senin mengungkapkan rencananya menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menentang usulan Presiden Vladimir Putin untuk mengubah konstitusi. "Masyarakat membutuhkan sebuah unjuk rasa yang besar dan sungguh-sungguh," kata seorang politisi oposisi, Ilya Yashin, yang menganggap bahwa amendemen konstitusi sama saja dengan pergerakan menuju "memerintah selamanya". Usulan Putin kemudian membuat Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengundurkan diri dari jabatan di pemerintahan. Yashin menyebut bahwa rencana unjuk rasa itu mendapat dukungan dari berbagai kelompok antipemerintahan, salah satunya Yayasan Antikorupsi milik politisi oposisi Alexei Navalny.
Source: Republika January 20, 2020 16:18 UTC