REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Dengan tidak adanya motif dalam penembakan massal di Las Vegas, Presiden AS Donald Trump, pada Senin (2/10) malam, mengatakan, insiden tersebut merupakan murni aksi kejahatan. Pelaku penembakan, Stephen Paddock (64 tahun) diketahui tidak memiliki riwayat kriminal dan tidak memiliki motif ideologis yang jelas. Namun, belum ada penjelasan yang benar-benar mengungkap motif Paddock dalam melakukan aksi penembakan terburuk dalam sejarah moderen AS ini. Pembunuhan massal orang-orang tak berdosa, bahkan dalam skala Las Vegas, tidak secara otomatis memenuhi definisi terorisme yang berlaku umum. Fenomena penembakan massal yang hanya membawa label terorisme dalam kasus-kasus tertentu, adalah fenomena yang biasa di Amerika.
Source: Republika October 03, 2017 03:00 UTC