Pendiri SpaceX, Elon Musk, tiba sebelum peluncuran roket SpaceX Falcon 9 dengan kapsul Crew Dragon, di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, AS, 23 April 2021. REUTERS/Joe SkipperTEMPO.CO, Jakarta - Elon Musk, pemilik SpaceX dan CEO Tesla, pernah mengungkapkan mengalami sindrom Asperger. Seperti dikutip dari Health, sindrom Asperger adalah gangguan perkembangan bagian dari gangguan spektrum autisme (ASD), menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Sindrom Asperger dulu dipandang berbeda dari ASD karena orang dengan Asperger memiliki tingkat bahasa dan kecerdasan rata-rata atau lebih tinggi dari rata-rata, menurut Cleveland Clinic. Tapi, ini tidak berarti orang yang mengatakan terkena sindrom Asperger seperti Elon Musk tak boleh mengatakannya.
Source: Koran Tempo May 14, 2021 07:30 UTC