Salah satunya pengoperasian Bandara Kertajati yang belakangan mengalami penurunan frekuensi penerbangan. Misalnya menyiapkan Bandara Kertajati sebagai pusat kargo menggantikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kalau Subang sudah maju, Kertajati dan Cirebon jadi pusat pertumbuhan baru, 10 tahun lagi Bandara Kertajati akan menggantikan (pusat) kargo di Bandara Soekarno-Hatta,” tuturnya. Bandara Kertajati saat ini dioperasikan oleh PT Angkasa Pura II Persero setelah sebelumnya dikelola oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan. Sementara itu, hingga 16 September 2019, total penumpang di Bandara Kertajati hanya 233.180 orang.
Source: Koran Tempo October 17, 2019 02:15 UTC