Setidaknya, ada 2 nota kesepahaman dan 5 kontrak kerja yang melibatkan perusahaan-perusahaan dari kedua negara pada Jumat (13/4) di Beijing. Dua nota kesepahaman yang berhasil disepakati adalah menyangkut pengembangan mobil/motor listrik dan pengembangan Tanah Kuning Mangkupadi Industrial Park di Kalimantan Utara. Kontrak kedua yang ditandatangani adalah pengembangan industri konversi dimethyl ethercoal menjadi gas senilai USD 700 juta. Lebih lanjut, Luhut juga mendorong kerja sama di empat koridor ekonomi di Indonesia dengan nilai investasi mencapai total USD 51,930 miliar. Besarnya peluang investasi di Indonesia ini diamini oleh Vice Chairman Deloitte China Global Leader of Belt and Road Initiatives Derek Lai.
Source: Jawa Pos April 14, 2018 12:11 UTC