JawaPos.com – Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Syafrudin mengatakan motor jadi penyumbang terbesar pada buruknya kualitas udara di DKI Jakarta. Kemudian bus kota 21.43 persen, truk 17.70 persen, mobil bensin 14.15 persen, mobil solar 1,96 persen, dan bajaj 0.23 persen. “Selain itu motor juga berkontribusi paling besar pada emisi rumah kaca (pemanasan global). Jadi memang motor ini sangat berpengaruh pada polusi di DKI Jakarta,” ujarnya dalam virtual meeting bersama YLKI, di Jakarta, Sabtu (27/6). Polusi udara bukan hanya masalah masyarakat namun problem yang mengancam ketahanan negara.
Source: Jawa Pos June 27, 2020 07:20 UTC