Serangan Iran di Teluk merupakan pembalasan terhadap serangan Israel di separuh Pars Selatan Iran, ladang gas terbesar di dunia yang dimiliki Republik Islam dan Qatar. Negara-negara Teluk segera mengutuk serangan awal Israel yang memicu pembalasan Iran, namun menanggapinya dengan kemarahan terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud memperingatkan Iran bahwa toleransi terhadap serangan mereka terhadap negaranya dan negara-negara Teluk tetangganya terbatas. Ia mengingatkan bahwa Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya memiliki “kapasitas dan kemampuan yang sangat signifikan” yang dapat dimanfaatkan jika mereka memilih untuk menyerang. Yang hilang dari pernyataan dari Riyadh adalah kecaman terhadap Israel dan Amerika Serikat atas serangan terhadap ladang gas Pars yang dijadikan dalih Iran menyerang fasilitas migas di negara-negara Teluk.
Source: Republika March 19, 2026 06:01 UTC