Caranya kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang Gufroni adalah dengan memberikan saluran kreativitas kepada para seniman. "Wali Kota Tangerang mesti merespon dengan menyediakan ruang terbuka publik bagi seniman mural," kata Gufroni, Senin, 16 Agustus 2021. Mural wajah diduga mirip Jokowi itu diapit dengan grafiti warna putih dan merah itu kini telah hilang. Senada dengan Gufroni pengamat kebijakan publik Tangerang Adib Miftahul juga berpendapat mural sebagai bentuk ekspresi kritik kekinian. Baca: Pembuat Mural Jokowi Diburu Polisi, Pemural Tuhan Aku Lapar: Jangan Lebayl
Source: Koran Tempo August 16, 2021 02:37 UTC