REPUBLIKA.CO.ID, FORT WORTH -- Institut Pengetahuan Qur'an dan Penerimaan Keagamaan menggelar pertemuan warga di perpustakaan kota Texas utara, Ahad (23/10) kemarin. Dilansir dari Star Telegram, Senin (24/10), ini menjadi pertemuan pertama lembaga-lembaga di Forth Worth, serupa dengan yang dilakukan di Irving dan Frisco. Kelompok advokasi mendedikasikan pertemuan ini untuk membangun masyarakat yang damai dan berpikir, melalui dialog agama dan aktivitas sosial serta politik. Kabar itu meningkatkan kekhawatiran di kalangan umat Islam yang ada, terutama untuk keselamatan diri mereka, sehingga berterima kasih atas penerimaan yang mereka rasakan di Fort Worth. "Tidak ada ruang di Amerika untuk kebencian dan intoleransi, kita harus bekerja bersama untuk perdamaian," ujar Ahmed.
Source: Republika October 24, 2016 09:45 UTC