REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam langkah dramatis yang mencerminkan puncak kekhawatiran Israel terhadap jalannya negosiasi antara Washington dan Teheran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertolak ke Washington pada Rabu (10/2/2026) dalam kunjungan darurat untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump. Kunjungan ini digambarkan sebagai upaya preventif untuk membentuk kebijakan AS terhadap Teheran, menurut surat kabar Israel. Aljazeera, dikutip Selasa (10/2/2026), melaporkan dengan merujuk sejumlah sumber Israel. Sementara lembaga keamanan Israel meningkatkan retorikanya dengan memperingatkan adanya ancaman eksistensial yang tidak dapat ditawar-tawar. Surat kabar Yedioth Ahronoth mengakui bahwa kemungkinan Teheran menerima persyaratan ini sangat kecil, karena di Iran persyaratan tersebut dianggap sebagai dokumen penyerahan diri.
Source: Republika February 10, 2026 04:22 UTC