Kali ini dia masuk dalam 50 muslim berpengaruh di dunia pada 2019. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menilai penghargaan ini sebagai pembantah atas tudingan negatif yang selama ini diarahkan kepada Jokowi. Tuduhan terkait beliau (Jokowi) menjadi anti muslim, anti islam itu sebuah fitnah dan ujaran kebencian," kata Ngabalin kepada JawaPos.com, Minggu (21/10). Lebih lanjut, politikus Partai Golkar itu mengaku heran dengan tudingan jika Jokowi anti umat Islam. Jika Jokowi memang pemimpin yang gemar mengkriminalisasi umat Islam, lanjut Ngabalin maka tidak mungkin mendapat penghargaan ini.
Source: Jawa Pos October 21, 2018 07:18 UTC