Dalam pengembangannya, notasi al-Shirazi berhubungan dengan sistem 17 notasi karya pakar musik lainnya, al-Urmawi. Ada pula istilah jahr yang dalam sistem notasi al-Shirazi diartikan sebagai nada tinggi dan suara terbuka lebar. Cendekiawan asal Turki Nihat Temel mengatakan, ilmu tajwid benarbenar melahirkan ide bagi al-Shirazi dalam menuliskan notasi. Pada masa selanjutnya, al-Kindi yang menyempurnakan temuan al-Shirazi ini dengan penggunaan abjad dalam baris notasi musik. Pakar musik dari Turki, Rauf Yekta mencatat bahwa notasi al-Shirazi sama dengan notasi modern.
Source: Republika April 17, 2019 04:52 UTC