Namun, beberapa wanita bisa merasakan nyeri haid yang tidak tertahankan hingga tidak mampu melakukan apapun. Namun, beberapa faktor bisa saja meningkatkan risiko seorang wanita mengalami nyeri haid yang lebih parah seperti telah berusia dibawah 30 tahun, riwayat menstruasi pertama kali saat berusia 11 tahun atau lebih awal, menorrhagia, perdarahan (metrorrhagia), riwayat keluhan nyeri haid parah di keluarga, berat badan berlebih atau kurang, dan terakhir merokok dan konsumsi minuman beralkohol. Nyeri haid yang disebabkan dismenore sekunder biasanya terjadi lebih awal dari nyeri haid biasa dan berlangsung lebih lama. Umumnya dismenore sekunder penyebab nyeri haid juga disertai dengan gejala lain, seperti menstruasi tidak keluar, keputihan yang kental dan berbau, perdarahan di antara masa menstruasi, serta nyeri saat melakukan hubungan seksual. ASMA AMIRAHBaca: Penyebab Nyeri Haid dari Yang Normal Sampai Berat
Source: Koran Tempo May 14, 2021 06:22 UTC