Pembakaran sejumlah wihara dan kelenteng di Tanjung Balai, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu, menambah corengan atas kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Terletak di pinggir Jalan Karya, Kelurahan Tanjung Balai Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan. Rumah Meliana dan warung Kasini hanya berselang tiga rumah, dan dipisahkan jalan aspal selebar lima meter. Dalam kesehariannya, Kasidik (70 tahun) merupakan nazir alias pengurus Masjid al-Makshum di Jalan Karya, Kelurahan Tanjung Balai Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Tanjung Balai. Dalam pengamatan Arifin, keeksklusifan dan kesenjangan menjadi menjadi semacam api dalam sekam di Tanjung Balai.
Source: Republika August 27, 2016 09:36 UTC