TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati menanggapi pernyataan pakar transportasi Djoko Setijowarno menilai ojek online atau ojol sebagai bisnis gagal. "Transpotasi online adalah bisnis yang gagal dalam mensejahterakan para pengemudi ojol. Baca: Ojek Online Dinilai Sebagai Bisnis yang Gagal, Pengemudi: Saya SepakatSelain itu, kata dia, aturan itu hanya mengatur tarif dan potongan aplikator bagi layanan antar penumpang, tidak untuk barang dan makanan. Menurut Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu, saat ini pendapatan rata-rata driver ojol di bawah Rp 3,5 juta per bulan. Baca juga: MTI Sebut Ojol Bisnis Gagal: Driver Tak Punya Hari Libur dan Jaminan KesehatanIkuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.
Source: Koran Tempo October 11, 2022 19:35 UTC