JAKARTA, KOMPAS.com - Imbas banjir yang menerjang Jakarta dan sekitarnya membuat permintaan jasa binatu alias laundry meningkat tajam. Ini karena para korban banjir lebih memilih menggunakan jasa laundry ketimbang mencuci baju sendiri setelah banjir surut. Ketua Umum Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), Apik Primadya, tak menapik jika ada lonjakan permintaan jasa laundry pasca banjir yang menggenang sejumlah kawasan di Jabodetabek. Kenaikan tersebut, sambungnya, di luar kenaikan permintaan jasa cuci baju di luar musim libur Natal dan tahun baru, dimana musim tersebut permintaan jasa binatu sedang tinggi-tingginya. "Ini inisiatif teman-teman laundry bantu warga korban banjir.
Source: Kompas January 03, 2020 04:30 UTC