REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB mulai mempertanyakan detail proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat untuk Palestina dan Israel. Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel membuat delapan dari 15 negara anggota dewan keamanan PBB mengadakan rapat darurat mebahas masalah tersebut. Duta Besar Mesir untuk PBB Amr Aboulatta mengatakan, keputusan sepihak Amerika Serikat memberikan dampak buruk yang besar bagi proses perdamaian. Perwakilan PBB untuk timur tengah Nickolay Mladenov memperingatkan kemungkinan meningkatnya kasus kekerasan dikawasan menyusul keputusan itu. AS mengecam PBB yang dinilai lebih banyak merusak Timur Tengah ketimbang memperbaikinya.
Source: Republika December 09, 2017 08:48 UTC