JawaPos.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam aksi teror yang yang menewaskan satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas menegaskan, aksi kekerasan dan tindakan melukai kemanusiaan tidaklah dapat dibenarkan semua ajarana agama mana pun. Robikin juga menuturkan, peristiwa teror tidak hanya baru ini terjadi di Indonesia. Belajar dari peristiwa serupa sebelumnya, aksi penyerangan dan pembakaran adalah tindakan teror yang sengaja untuk menyebarkan rasa takut di masyarakat. Perkuat toleransi dan saling menghormati satu sama lain,” pungkas RobikinSebelumnya, empat orang warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dibantai oleh kelompok teroris pimpinan Ali Kalora.
Source: Jawa Pos November 30, 2020 03:10 UTC