TEMPO.CO, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yusran Maulana mengatakan industri pariwisata memang paling kelabakan dalam krisis kesehatan pada masa pandemi. Menurutnya, meskipun pemilik hotel sudah menjamin sedemikian mungkin ihwal sanitasi, tetap saja bakal ada masyarakat yang takut untuk bepergian. Data internal PHRI, okupansi di sejumlah daerah per akhir Juli masih di kisaran 10-20 persen. Akumulasi tersebut diproyeksi telah menghilangkan potensi pendapatan sektor pariwisata senilai Rp 85 triliun. Bali merupakan daerah dengan tingkat okupansi terendah lantaran ditutup total sejak Maret hingga dibuka perlahan hingga dibuka penuh untuk wisatawan domestik per Agustus ini.
Source: Koran Tempo August 03, 2020 22:41 UTC