Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2020 saja mal sudah sangat berdarah-darah karena pendapatan yang anjlok. Baca Juga: PPKM Jawa-Bali, DPR: Pastikan Masyarakat Terapkan Prokes 3MEllen mengaku, 82 anggotanya telah mengalami pasang surut sejak Maret 2020. Padahal, menurutnya kenaikan jumlah penderita Covid-19 disebabkan oleh pasca libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021. Bahkan, mal sendiri bukan lah penyebab klaster Covid-19 karena pengunjungnya sangat terbatas. Ellen menambahkan jumlah pengunjung mal pada akhir 2020 sangat landai.
Source: Jawa Pos January 09, 2021 04:18 UTC