Realisasi APBN hanya mampu memenuhi 30 persen pembiayaan infastrukturREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, pentingnya alternatif pembiayaan infrastruktur. Hal itu demi mempercepat pembangunan stok infrastruktur di Indonesia. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto mengatakan, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama lima tahun ke belakang dalam menyediakan infrastruktur terus mengalami peningkatan. "perbaikan tersebut masih jauh dari target rata-rata stok infrastruktur negara-negara di dunia yakni sebesar 70 persen," kata Eko. Laporan World Economic Forum pada 2019 pun menyatakan, posisi daya saing infrastruktur Indonesia terhadap negara-negara di Asia berada pada peringkat 72 dari 140 negara dalam penilaian index daya saing infrastruktur.
Source: Republika July 11, 2020 13:52 UTC