REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Rencana kadidat Presiden AS Donald Trump memberikan Yerusalem hanya kepada Israel mulai memicu reaksi. Karenanya, ia menilai rencana Trump memberi pengakuan Israel atas Yerusalem, bertentangan hukum internasional dan kebijakan luar negeri AS sendiri. Keduanya, baik Donald Trump maupun Hillary Clinton, dianggap memiliki rencana yang terlalu menguntungkan Israel dan akan mengorbankan rakyat Palestina. Sebelumnya, Donald Trump melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan memberikan pernyataan kontroversi soal Yerusalem. Ini karena, jika terpilih sebagai Presiden AS, ia mengaku akan mengakui klaim Israel atas Yerusalem, dan akan memberikannya hanya kepada Israel.
Source: Republika September 26, 2016 23:37 UTC