Hal itu disampaikan Dadang menanggapi Pangkostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang hendak maju di Pilkada Sumatera Utara. Namun menurut Dadang, secara etika semestinya Edy tetap mundur dari keanggotaannya di TNI saat akan terjun di ranah politik praktis, terlebih ia menduduki posisi strategis sebagai Pangkostrad. Apalagi pada jabatan-jabatan strategis," kata Dadang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/10/2017). Dadang menilai pernyataan Jokowi dalam pidatonya juga menyinggung para petinggi TNI yang hendak maju di pilkada. Diketahui Pangkostrad Edy Rahmayadi hendak maju dalam Pilkada Sumatera Utara sebagai calon gubernur.
Source: Kompas October 06, 2017 05:48 UTC