Fadli menuturkan, pernyataan dan sikap Gatot masih dalam tupoksinya sebagai anggota militer. Tupoksi tentara, katanya, dapat dibagi menjadi tiga, yakni moderator atau wasit seperti yang terjadi pada awal reformasi Indonesia pada 1999-2000, sebagai penjaga yang bisa mempengaruhi kebijakan seperti yang ada di Turki, dan sebagai pihak yang dapat terlibat dalam politik seperti yang terjadi di Mesir. Apa yang dilakukan panglima kemarin hanya merupakan ulasan atau tanggapan atas hal-hal yang situasional," jelas Fadli dalam diskusi bertajuk 'Politik Bukan Panglima' di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10). Dia pun menyebut contoh lain saat Gatot memerintahkan pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. "Jadi semua masih dalam koridor, bukan berpolitik," tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Source: Republika October 07, 2017 03:33 UTC