Kopral Subagyo membawa spanduk untuk menyerukan pengembalian pelajaran PMP dan P4, yang sekarang dihilangkan sehingga membuat kemrosotan moral generasi muda jaman sekarang. Bram Selo Agung/TempoTEMPO.CO, Jakarta - Institut Demokrasi Republikan sepakat dengan rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait rencana untuk menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). "Atas rencana ini, ID Republikan menyampaikan persetujuannya, namun dengan sejumlah catatan," ujar Direktur Eksekutif ID Republikan, Syaiful Arif dalam keterangan tertulisnya, Kamis 29 November 2018. Di dalam mata pelajaran PMP yang baru nanti, Syaiful mengatakan, moralitas Pancasila harus bersifat publik. Syaiful menambahkan, untuk memperkuat PMP sebagai mata pelajaran moralitas, Pancasila harus diturunkan dari rumusan Wawasan Pancasila.
Source: Koran Tempo November 29, 2018 20:48 UTC