Pada partai final yang berlangsung Jumat (17/7), ganda putri unggulan pertama tersebut mengalahkan ganda dadakan Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso dalam dua game langsung 21-17, 25-23. Menanggapi performa anak didiknya pada home tournament, asisten pelatih kepala ganda putri PP PBSI Chafidz Yusuf langsung melakukan mengevaluasi. Pada ganda putri muda terlihat sangat kelelahan. Menurut Chafidz, yang membedakan ganda muda lainnya dengan Ribka/Fadia adalah juara Indonesia Masters Super 100 2019 tersebut mempunyai daya juang lebih besar. “Ganda putri muda lainnya juga masih belum kelihatan cepat tanggap.
Source: Jawa Pos July 20, 2020 11:00 UTC