REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Dalam sebuah dokumen yang dipublikasikan Pemerintah Cina disebutkan wilayah Xinjiang yang di barat laut negara itu tidak terpisahkan dengan Cina. "Musuh di dalam dan di luar Cina, terutama para separatis, ekstremis agama dan teroris, mencoba memecah belah Cina dan menghancurkannya dengan mendistorsi sejarah dan fakta," kata pemerintah Cina dalam dokumen tersebut. Pada Kamis (18/7) pekan lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menamakan perlakuan Cina terhadap minoritas Uighur itu sebagai 'aib abad ini'. Pemerintah Cina mengatakan, Xinjiang bagian dari Cina sejak Dinasti Han pada abad ketiga. Menurut pemerintah Cina dalam dokumen tersebut Islam bukan agama atau kepercayaan asli warga Uighur.
Source: Republika July 22, 2019 01:33 UTC