Pemerintah Irak melakukan reformasi sosial untuk merespons unjuk rasa. REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Kabinet Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi mengajukan serangkaian reformasi. Hal itu setelah rapat 'luar biasa' untuk merespons unjuk rasa anti-pemerintahan yang telah menewaskan hampir 100 orang. Sejak Selasa (2/10) pekan lalu, warga Irak menggelar demonstrasi di Baghdad yang merembet ke berbagai provinsi lainnya. Komisi Hak Asasi Manusia Irak mengatakan sudah 99 orang meninggal dan hampir 4.000 orang terluka dalam unjuk rasa tersebut.
Source: Republika October 07, 2019 01:30 UTC