Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Partai Golkar, Christina Aryani, mengemukakan, hasil evaluasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dan masukan-masukan dari daerah, dirasakan penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) serentak menyulitkan kader dalam bersosialisasi. Revisi UU Pemilu masuk di Prolegnas Prioritas dengan harapan sosialisasi UU bisa dijalankan memadai," kata Christina di Jakarta, Sabtu (7/12/2019). Wacana Pilpres-Pileg Dipisah, Ini Tanggapan KPUMeski setuju dipisah, Christina mengingatkan ada kekurangan jika digabung. Diantaranya masalah konsentrasi, baik Caleg maupun penyelenggara pemilu dan rakyatnya. Kemudian mempertimbangkan sistem pemilu metode pemilihan suara ambang batas parlemen dan besaran kursi Dapil.
Source: Suara Pembaruan December 07, 2019 08:48 UTC