REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah Provinsi Bali mengklarifikasi informasi sate berbahan daging anjing di sebuah objek wisata yang beredar pada sejumlah media dengan menerjunkan tim investigasi ke kawasan itu. Dalam informasi yang beredar, ujar Sumantra, konon anjing yang digunakan untuk sate sebelumnya dibunuh dengan racun sianida. "Jika benar daging yang dijual berasal dari anjing yang diracun dengan sianida, itu sangat berhahaya dan bisa menyebabkan kematian bagi yang mengkonsumsi," katanya. "Kita perlu tahu siapa yang menyebarkan informasi tersebut dan apa maksudnya," ucap Sumantra. Masih dalam orasinya, Sumantra juga menginformasikan, bahwa daging anjing tidak terdaftar dalam kelompok bahan makanan berasal dari hewan.
Source: Republika July 02, 2017 08:48 UTC