Minggu, 13 November 2016 | 23:00 WIBLokasi gereja menjadi korban bom di Samarinda, 13 November 2016. Dan kelompok ini memang terkenal kelompok yang tidak toleran sama sekali saat melakukan terorisme,” ujar pengamat terorisme Al Chaidar, saat dihubungi Tempo pada Ahad, 13 November 2016. “Jadi dia berusaha mempertahankan posisi ISIS di Indonesia, untuk membangkitkan semangat jihad,” ucap Chaidar. Baca:Densus 88 Periksa Juhanda, Pelaku Bom Gereja SamarindaKapolri: Pelaku Bom Samarinda Eks Narapidana Bom PuspitekMenteri Tjahjo Bicara Soal Bom Gereja SamarindaPengeboman di Gereja Oikumene Sengkotek dilakukan oleh Juhanda yang melempar bom molotov di halaman parkir gereja. Dulu dia tinggal di Bogor, sekarang nggak tahu kenapa di Samarinda,” ucap dia.
Source: Koran Tempo November 13, 2016 15:59 UTC