REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Muhammad Syarkawi Rauf menilai Indonesia perlu melakukan mitigasi risiko ekonomi atas insiden penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat atas perintah Presiden AS Donald Trump. Ia menjelaskan cadangan minyak Venezuela lebih besar dibandingkan dengan Arab Saudi yang mencapai 267 miliar barel, Iran 209 miliar barel, Irak 145 miliar barel, serta Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 113 miliar barel. Oleh karena itu, risiko penangkapan Maduro terhadap perekonomian global saat ini masih relatif kecil. “Penangkapan Maduro membuat prospek sektor energi menjadi positif dalam jangka menengah karena ekspektasi investasi pada infrastruktur perminyakan akan meningkat. Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores saat kampanye penutupannya di Caracas pada 17 Mei 2018.
Source: Republika January 07, 2026 13:39 UTC