REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program keahlian ganda telah disambut oleh banyak tenaga pengajar saat ini. Tujuannya agar mereka dapat mengajar di dua tempat dengan keahlian yang berbeda. Menurut Pengamat Pendidikan Doni Koesoema, program ini tidak akan bisa melahirkan sosok guru yang ideal. Doni menyarankan agar pemerintah berhenti memperbanyak sekolah-sekolah SMK. Doni juga menganggap saat ini kualitas tenaga pengajar Indonesia terbilang rendah.
Source: Republika October 24, 2017 02:15 UTC