REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minimnya kemampuan menulis para kiai dan santri dinilai masih menjadi tantangan pesantren-pesantren di Indonesia sekarang. Karena itu, pesantren disarankan dapat melahirkan santri dan kiai yang memiliki kemampuan literasi menulis. Pengamat Pendidikan Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jejen Musfah berpandangan, masalah yang dihadapi pesantren sekarang bagaimana melahirkan kiai yang memiliki kemampuan membaca dan menulis. Jejen menjelaskan, dapat dipastikan tradisi di pesantren Indonesia adalah tradisi membaca, memahami teks, membaca kitab gundul yang tidak ada harakatnya. Di bidang ekonomi syariah, misalnya, ulama menulis persoalan ekonomi syariah yang tidak berkembang pesat di Indonesia.
Source: Republika January 05, 2019 18:45 UTC