Pemangkasan libur panjang berpengaruh terhadap penurunan tingkat konsumsiREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bima Yudistira memprediksi pemangkasan libur panjang akhir tahun akan berpengaruh terhadap penurunan tingkat konsumsi masyarakat. Dampaknya, lanjut dia, juga kepada konsumsi rumah tangga karena masyarakat ekonomi menengah ke atas biasanya berbelanja saat libur panjang akhir tahun. Apabila libur panjang dipangkas benar-benar direalisasikan, ia memperkirakan konsumsi akan tumbuh negatif kisaran 3-4 persen pada kuartal IV-2020 karena konsumsi rumah tangga berperan kisaran 56-57 persen terhadap pergerakan ekonomi dalam negeri. Sebelumnya, pemerintah berencana memangkas libur panjang akhir tahun yang merupakan gabungan libur dan cuti bersama dari Idul Fitri pada Mei 2020, Natal dan Tahun Baru. Ia menyebut pada Oktober 2020 dengan adanya libur panjang, namun konsumsi listrik di sektor bisnis dan manufaktur justru menurun sehingga berdampak ke sektor produksi yang juga menurun dan sektor konsumsi melemah.
Source: Republika November 25, 2020 21:33 UTC