Pengamat pertanyakan urgensi utang Rp1.7600 triliun demi Alutsista. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal meragukan urgensi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang ingin berhutang Rp1,787 triliun demi membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista). Faisal mengkritisi argumentasi Kemenhan yang beranggapan hutang alutsista tak membebani APBN. "Kalau dikatakan tidak membebani APBN ya jelas keliru, karena pinjaman luar negeri kan tetap harus dibayar, dan membayarnya pakai dana APBN, bukan dari kantong pribadi," ujar Faisal. Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Pertahanan RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, proyek pembelian alutsista nantinya tak akan membebani APBN karena dananya bersumber dari pinjaman luar negeri.
Source: Republika June 02, 2021 14:54 UTC