REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat media sosial (medsos) Dr. Rulli Nasrullah memandang penting mewaspadai disinformasi (penyesatan informasi) di medsos untuk memprovokasi massa. Disinformasi tersebut dilakukan dengan cara memotong-motong berita atau fakta yang ada, kemudian ditambahi narasi tertentu untuk diarahkan kepada tujuan tertentu. Karena biasanya yang memprovokasi itu sering memotong-motong realitas yang ada, jadi tidak secara utuh informasi itu disampaikan," kata dia. Sebab, emosi merupakan salah satu hal yang dimainkan para provokator dan menjadi penyebab berkembangnya hoaks, radikalisme, dan terorisme di medsos. Media sebagai pilar keempat demokrasi, kata dia, selain bertugas mengungkapkan kebenaran, juga harus menekan agar disinformasi, hoaks, dan berita yang misleading itu tidak sampai tersebar lebih jauh.
Source: Republika November 05, 2020 13:52 UTC