TEMPO.CO, Jakarta - Petugas pemulasaran jenazah di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Sukapura, Muhammad Hanifurrohman mengatakan panggilan hati dan kewajiban telah mendorongnya untuk mengurus jenazah yang meninggal akibat Covid-19. Ia mengatakan dalam Islam, mengurus jenazah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim sebagai bentuk gotong royong dan saling tolong menolong kepada orang lain. Selain karena tuntutan tugas, lanjutnya, dorongan untuk membantu mengurus jenazah, termasuk jenazah Covid-19, juga muncul karena ada perintahnya menurut ajaran agama Islam. Ia mengaku selama mengurus jenazah Covid-19 sering berhadapan dengan anggota keluarga yang kerap menolak jenazah kerabat mereka ditangani sesuai prosedur medis bagi penanganan jenazah yang terkena infeksi berbahaya. Penolakan itu, kata dia, semakin menyulitkan upaya penanganan dan berisiko membahayakan orang lain jika jenazah Covid-19 tidak ditangani sesuai prosedur.
Source: Koran Tempo June 12, 2020 05:26 UTC