REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan aktivitas gempa bumi yang terjadi beberapa waktu terakhir di zona Selatan Pulau Jawa masih wajar. Lempeng aktif tersebut adalah Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Pulau Jawa dengan laju 74 mm/tahun yang berdampak kepada tingginya aktivitas gempa bumi di selatan Jawa. Banyaknya aktivitas gempa bumi merupakan manifestasi pelepasan energi agar tidak terjadi akumulasi tegangan yang dapat memicu terjadinya gempa bumi besar. Sejak awal November 2016 BMKG mencatat telah terjadi sembilan kali aktivitas gempa bumi yang dirasakan di zona selatan Pulau Jawa, dan dua kejadian gempa bumi di antaranya menimbulkan kerusakan, yaitu gempa bumi Pangalengan, Jawa Barat, 6 November 2016 dan gempa bumi Malang, Jawa Timur, 16 November 2016. "Meningkatnya aktivitas gempa bumi akhir-akhir ini bukan merupakan indikasi akan terjadinya peristiwa gempa bumi besar," katanya.
Source: Republika November 21, 2016 01:46 UTC