Pembuat mobil asal Jepang tersebut akan mengeluarkan Nissan dan merek-merek Infiniti premium sebagai bagian dari reorganisasi bisnis globalnya, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. Nissan mengatakan akan terus menawarkan layanan purna jual untuk pemilik model Korsel dan Infiniti Korea Selatan selama 8 tahun hingga 2028. Diperkuat oleh permintaan yang lebih rendah di tengah kekhawatiran COVID-19, Nissan mengalami kerugian bersih 671,2 miliar yen (US$ 6,2 miliar) pada tahun fiskal 2019 hingga Maret dari laba bersih 319,1 miliar yen setahun sebelumnya. Pada periode Januari-April, penjualan merek Nissan turun 41 persen menjadi 813 kendaraan dari 1.384 unit setahun sebelumnya. Penjualan merek Infiniti menurun 79 persen menjadi 159 dari 759 selama periode yang sama.
Source: Koran Tempo May 29, 2020 08:48 UTC