TEMPO/MariaTEMPO.CO, Jakarta -Peraih Nobel Perdamaian tahun 2015 dari Tunisia, Ouded Bouchamaoui mengatakan dirinya menyakini dialog sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik secara damai. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang memimpin pertemuan dengan Bouchamsoui mengatakan Indonesia perlu belajar dari Tunisia untuk membangun demokrasi pluralistik. Duta besar Tunisia untuk Indonesia, Mourad Belhassen memuji Bouchamaoui sebagai pengusaha perempuan Tunisia yang berhasil membangun dialog politik yang sangat berharga untuk diketahui banyak orang. Kuartet ini meliputi 4 perwakilan lembaga masyarakat sipil Tunisia yakni, Organisasi Buruh (General Labor Union), Konfederasi Industri, Perdagangan, dan Kerajinan Tangan Tunisia, Liga Hak Asasi Manusia Tunisia, dan Pengacara Tunisia (Tunisian Order of Lawyers). Mengutip NPR.ORG, 9 Oktober 2015, saat perwakilan Komisi Nobel Perdamaian menelepon Bouchamaoui untuk menanyakan siapa pemimpin Kuartet Dialog Nasional Tunisia, Bouchamaoui menjawab: Ini kolaborasi.
Source: Koran Tempo December 05, 2016 14:36 UTC