Sejumlah mantan budak seks tentara Jepang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Jepang di Pasay, Filipina, 12 Januari 2017. Dokumen itu menyoroti peran Tokyo dalam praktik ‘comfort woman’ atau perempuan yang dipaksa melayani seks tentara Jepang (Jugun ianfu). AP/Lee Jin-manDokumen lain dari konsul jenderal Jinan, Provinsi Shandong, Cina, meminta setidaknya 500 perempuan budak seks harus dikirim ke wilayah itu karena militer Jepang telah membuat kemajuan besar. Nama ‘Kono Statemen’ diambil dari nama Kepal Sekertaris Kabinet Jepang ketika itu, Yohei Kono, yang menyebut dugaan ini. “Dari dokumen terakhir, kami mendapatkan detail informasi soal operasi rumah-rumah prostitusi hingga berapa banyak tantara Jepang yang menggunakan layanan seks ini.
Source: Koran Tempo December 07, 2019 10:52 UTC