REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Jeh Johson mengatakan perentas masuk kedalam sistem komputer pemilihan Presiden di banyak negara bagian Amerika Serikat. Keamanan Dalam Negeri Amerika saat ini sedang melakukan penyelidikan kemungkinan terjadinya kejahatan siber untuk mempengaruhi pemilihan presiden 8 November mendatang. Salah satunya perentasan terhadap sistem Komite Demokrasi Nasional. Kandidat Presiden dari Partai Republik Donald Trump berulang kali mengatakan sistem pemilihan Amerika Serikat dicurangi. Beberapa pejabat tinggi Partai Demokrat di kongres pun mengatakan Rusia sudah berulang kali berusaha masuk kedalam sistem data partai dan pemilihan Amerika Serikat.
Source: Republika October 01, 2016 19:07 UTC