Kendati sudah tiga tahun berlalu, prospek bagi hampir satu juta pengungsi etnis Rohingya itu tampaknya masih suram. Hasil identifikasi dan pemeriksaan tes diagnosa cepat (rapid test) COVID-19 menyatakan sebanyak 99 orang etnis Rohingya dinyatakan non reaktif. Beberapa pengungsi etnis Rohingya bergantung pada harapan opsi ketiga, yakni ditempatkan ke sebuah negara maju. Sayang, Bangladesh yang selama berpuluh tahun membuka pintu bagi pengungsi etnis Rohingya, memutuskan mengakhiri program ini pada 2019. Terhitung sejak 2006 - 2010, program penempatan pengungsi Rohingya ke negara maju telah mengirimkan sekitar 920 warga etnis Rohingya ke negara-negara seperti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.
Source: Koran Tempo August 21, 2020 21:56 UTC