Tiga tokoh tersebut terkait erat dengan Kota Fez yang kami kunjungi setelah turun dari pegunungan bersalju, Atlas Mountain. Penyebabnya, antara lain, adalah selalu menjadi ibu kota Maroko di setiap pergantian dinasti kekuasaan, sebelum akhirnya dipindah ke Rabat. ’’Ini masih tidak seberapa, sebulan lalu tamu kami tersesat selama 3 jam,’’ tutur Ahmed Fouad, pemandu kami, yang mengaku telah menelepon polisi. Meski meninggal di Kota Fez, tokoh petualang dunia itu dimakamkan di kota kelahirannya, Tangier, yang berjarak sekitar 300 km di utara Fez. Dari kota kelahirannya, dia menyusuri Benua Afrika bagian utara: Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Palestina, hingga Syria, Iraq, Iran, Jazirah Arab, dan Kenya di pantai timur Afrika.
Source: Jawa Pos February 12, 2017 13:15 UTC