Hal tersebut bisa terlihat dari data ekonomi yang cukup bagus, baik data PMI Indonesia, neraca perdagangan, neraca pembayaran, cadangan devisa, dan lainnya. "Namun, membaiknya perekonomian Indonesia akan terhambat oleh laju perlambatan ekonomi Tiongkok sebagai mitra bisnis utamanya," ungkap Ibrahim dalam analisis hariannya.Menurutnya, perlambatan ekonomi Tiongkok dikhawatirkan pasar dapat berdampak pada pelemahan kinerja ekspor Indonesia mengingat Negeri Tirai Bambu tersebut merupakan salah satu mitra dagang utama dan terbesar bagi Indonesia. "Dengan melihat pelemahan mata uang rupiah, maka Bank Indonesia harus terus melakukan intervensi di perdagangan valuta asing dan obligasi dalam bentuk rupiah di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Tetapi, sektor manufaktur dan konstruksi mengalami kontraksi.Berdasarkan pertimbangan tersebut, ia memprediksi, rupiah pada perdagangan besok akan bergerak secara fluktuatif meskipun kemungkinan besar akan kembali mengalami pelemahan. "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.890 per USD hingga Rp14.960 per USD," tutup Ibrahim.
Source: Media Indonesia June 14, 2023 09:58 UTC