Asosiasi lembaga survei ini menilai masalah sumber pendanaan partai politik jauh lebih besar ketimbang pendanaan lembaga survei. Dia mengatakan tak mungkin lembaga survei mengeluarkan sendiri dana untuk melakukan kegiatan survei hingga hitung cepat pilpres 2019. Hal ini berbanding terbalik dari hasil hitung cepat maupun exit poll lembaga survei yang menyatakan Jokowi-Maruf mendapatkan jumlah suara lebih banyak ketimbang Prabowo-Sandi. Namun, Philip mengatakan isu paling penting dalam kegiatan hitung cepat maupun exit poll bukan soal pendanaan, melainkan validitas data yang digunakan hasil hitung cepat lembaga survei. Dia mengatakan, lembaga survei dapat diaudit bila diduga melakukan hitung cepat dan exit poll yang tidak memenuhi standard ilmiah.
Source: Koran Tempo April 20, 2019 12:45 UTC