REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan RI menyatakan perubahan iklim berperan besar terhadap meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Peningkatan suhu global seperti El Nino membuat nyamuk Aedes aegypti semakin aktif, agresif, dan meningkatkan risiko penularan dengue ke manusia. Ketua Tim Kerja Penyakit Akibat Tular Vektor, Zoonotik, Gigitan Hewan Berbisa, dan Tanaman Beracun Kemenkes, dr Fadjar SM Silalahi, mengatakan perubahan iklim menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama dengue. Menurutnya, suhu yang lebih hangat membuat nyamuk makin sering menggigit karena membutuhkan lebih banyak darah untuk berkembang biak. "Setiap kali El Nino tinggi, kasus DBD juga meningkat.
Source: Republika February 04, 2026 16:43 UTC