Perusahaan tersebut meminta ganti rugi 10 miliar yuan atau sekitar 1,4 miliar dolar AS atas kerusakan yang dibuat. Seperti dilansir di Reuters, Senin (3/8), Xiao-i juga menuntut agar Apple menghentikan pembuatan, penggunaan, komitmen untuk menjual, menjual dan mengimpor produk yang melanggar paten. Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, Apple menyebutkan, Siri miliknya tidak mengandung fitur yang termasuk dalam paten Xiao-i. Sebab, menurut produsen iPhone tersebut, paten Xiao-i lebih terkait pada game dan pesan instan. Sebelumnya, Shanghai Zhizhen pertama kali menggugat Apple terhadap pelanggaran paten pada 2012 terkait teknologi pengenalan suara.
Source: Republika August 04, 2020 03:44 UTC