Dari penelusurannya, saat ini harga tandan buah segar (TBS) milik petani sawit sudah anjlok ke harga Rp 1.000 akibat kebijakan larangan ekspor. Pabrik CPO tak mau menerima TBS dari petani terlalu banyak. Karena kapasitas tangki penyimpanan pabrik terbatas. “Jadi posisi petani sawit ini serba salah, dijual harganya turun, tidak dijual barang jadi busuk,” ujar Rudi dalam keterangannya, Selasa (26/4). Para petani sawit kecil itu rata-rata memiliki kebun 2 hektare hingga 10 hektar, sementara petani kelas menengah memiliki 500 hektare hingga 1.000 hektar.
Source: Jawa Pos April 26, 2022 17:33 UTC